Jakarta – Perguruan tinggi tidak hanya memikul tanggung jawab sebagai pusat pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga memiliki peran strategis dalam membangun komunikasi kebijakan (policy engagement) dengan para pemangku kepentingan. Dalam perspektif demokrasi partisipatif, keterlibatan institusi akademik dalam menyampaikan gagasan dan aspirasi kepada lembaga negara merupakan bagian dari meaningful participation atau partisipasi bermakna yang mendorong lahirnya kebijakan publik yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Dalam rangka itulah Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Medan Area (UMA) melakukan audiensi dengan H. Muhammad Lokot Nasution, anggota Fraksi Demokrat DPR RI, di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (24/7/2026). Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog konstruktif untuk menyampaikan berbagai aspirasi strategis yang berkaitan dengan penguatan sektor pendidikan, pembangunan sumber daya manusia, ekonomi kreatif, pelestarian lingkungan, pengembangan infrastruktur, hingga peluang kolaborasi antara perguruan tinggi dan DPR RI.

Sebagai lembaga legislatif, DPR RI memiliki mandat konstitusional yang mencakup tiga fungsi utama, yakni legislasi, anggaran (budgeting), dan pengawasan (controlling). Di samping itu, DPR juga berkewajiban menyerap, menghimpun, menampung, serta menindaklanjuti aspirasi masyarakat sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 72 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (UU MD3). Karena itu, komunikasi antara masyarakat akademik dan lembaga legislatif menjadi bagian penting dalam mewujudkan kebijakan yang berpihak pada kepentingan publik.

Rombongan FAI UMA dipimpin langsung oleh Dekan, Dr. Siti Hawa Lubis, S.Pd.I., M.Pd.I., didampingi Rahmat Kurnia Lubis, S.Fil.I., M.Hum., Dr. (Cand.) Muhammad Shaleh, S.Pd.I., M.Pd.I., serta Machatir Muhammad Dongoran, S.Pd.I., M.Pd.I. Kehadiran mereka disambut langsung oleh H. Muhammad Lokot Nasution bersama tenaga ahlinya, Melan Dumasari Gultom, Mukhlis Harahap, serta tim media Fraksi Partai Demokrat.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Siti Hawa Lubis menilai pertemuan berlangsung dalam suasana hangat, terbuka, dan penuh semangat kolaborasi. Menurutnya, dialog yang terbangun tidak sekadar bersifat seremonial, melainkan menjadi wadah pertukaran gagasan mengenai masa depan pendidikan dan pembangunan bangsa.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kesediaan Bapak menerima kunjungan kami di tengah padatnya agenda kedewanan. Tidak semua wakil rakyat memiliki kesempatan untuk berdialog secara langsung dengan masyarakat. Karena itu, kami sangat mengapresiasi ruang komunikasi yang diberikan ini,” ungkapnya .

Lebih lanjut, Dekan FAI UMA menegaskan bahwa aspirasi utama yang disampaikan ialah “perlunya keberpihakan yang lebih kuat terhadap dunia pendidikan, khususnya dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemerataan akses pendidikan, serta penguatan dukungan terhadap mahasiswa yang memiliki prestasi akademik dan keunggulan karakter.
Selain isu pendidikan, dialog juga membahas pengembangan ekonomi kreatif berbasis masyarakat, pembangunan infrastruktur yang berkeadilan, pelestarian lingkungan hidup, penguatan nilai-nilai kearifan lokal, hingga peluang penyelenggaraan program magang mahasiswa Universitas Medan Area di lingkungan DPR RI sebagai sarana pembelajaran praktik ketatanegaraan dan penguatan wawasan kebangsaan.”

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, H. Muhammad Lokot Nasution menyatakan bahwa setiap masukan dari masyarakat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari tugas konstitusional seorang anggota DPR RI. Meskipun dirinya bertugas di Komisi V yang membidangi infrastruktur, perhubungan, perumahan rakyat, dan pembangunan kawasan, ia menegaskan komitmennya untuk tetap memberikan perhatian khusus terhadap pengembangan sektor pendidikan.

“Komisi V memang bermitra langsung dengan sektor infrastruktur dan perhubungan. Namun, bukan berarti kami mengabaikan persoalan pendidikan. Pendidikan merupakan fondasi utama pembangunan bangsa. Kami akan berupaya membantu semaksimal mungkin sesuai kewenangan yang kami miliki. Silakan terus kita bangun komunikasi dan koordinasi lanjutan” ujarnya.

Dalam dialog tersebut, H. Muhammad Lokot Nasution juga cukup terenyuh dengan profil mahasiswa FAI UMA yang tidak hanya menunjukkan prestasi akademik yang baik, tetapi juga memiliki komitmen tinggi dalam menghafal Al-Qur’an. Menurutnya, dedikasi tersebut merupakan modal penting dalam membentuk generasi muda yang unggul secara intelektual sekaligus berkarakter.

Ia turut menaruh perhatian terhadap kondisi sebagian mahasiswa yang berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi, namun tetap mempertahankan semangat belajar dan terus melanjutkan pendidikannya. Baginya, semangat tersebut mencerminkan daya juang yang patut mendapat perhatian bersama dari berbagai pemangku kepentingan.

Menutup pertemuan, Dr. Siti Hawa Lubis berharap komunikasi yang telah terbangun dapat berkembang menjadi kerja sama yang lebih luas antara DPR RI dan Fakultas Agama Islam Universitas Medan Area, khususnya dalam pengembangan pendidikan, pemberdayaan generasi muda, serta penguatan nilai-nilai kebangsaan.

“Kami mendoakan semoga Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan, kemudahan, dan keberkahan kepada Bapak H. Muhammad Lokot Nasution dalam mengemban amanah sebagai wakil rakyat. Kami juga berharap Bapak dapat berkenan melakukan kunjungan balasan ke Fakultas Agama Islam Universitas Medan Area untuk memberikan inspirasi, motivasi, serta wawasan kebangsaan kepada sivitas akademika, khususnya mahasiswa FAI UMA,” tutupnya.

Audiensi tersebut menegaskan komitmen FAI UMA untuk terus menghadirkan kampus sebagai mitra strategis pembangunan nasional. Melalui sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga legislatif, diharapkan lahir berbagai kebijakan dan program kolaboratif yang mampu memperkuat kualitas pendidikan, meningkatkan daya saing sumber daya manusia, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan kemajuan Indonesia.