Jakarta – Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Medan Area (UMA) terus memperkuat jejaring kemitraan di tingkat nasional sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan serta memperluas akses terhadap berbagai program kemaslahatan umat. Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui audiensi dengan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Republik Indonesia yang berlangsung di ruang kerja BPKH RI, Gedung Muamalat Tower, Kuningan City, Jakarta, Rabu (22/7/2026).
Audiensi tersebut dipimpin langsung oleh Dekan FAI UMA, Dr. Siti Hawa Lubis, S.Pd.I., M.Pd.I., didampingi Rahmat Kurnia Lubis. Rombongan diterima oleh Agung Sri Hendarsa selaku Kepala Divisi Riset dan Pengembangan BPKH RI.
Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak berdiskusi mengenai berbagai peluang kerja sama, khususnya yang berkaitan dengan pengembangan pendidikan, pemberdayaan mahasiswa, serta pemanfaatan program-program kemaslahatan yang dikelola BPKH RI.
Sebagai lembaga independen yang diberi amanah mengelola keuangan haji Indonesia, BPKH memiliki tugas mengelola penerimaan, pengembangan, pengeluaran, hingga pertanggungjawaban keuangan haji secara profesional, transparan, akuntabel, dan sesuai prinsip syariah. Selain itu, BPKH juga mengelola Dana Abadi Umat (DAU) yang hasil pengembangannya dimanfaatkan untuk berbagai program kemaslahatan yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat, diantaranya adalah program kemaslahatan di bidang pendidikan, sosial, ekonomi umat, serta pemberdayaan masyarakat.
Dekan FAI UMA, Dr. Siti Hawa Lubis, menjelaskan bahwa audiensi tersebut merupakan langkah awal untuk membangun komunikasi dan membuka peluang sinergi dengan BPKH, khususnya dalam memperjuangkan bantuan pendidikan bagi mahasiswa FAI UMA.

“Kami mencoba membangun komunikasi dengan BPKH agar ke depan terbuka peluang kerja sama, terutama melalui program-program kemaslahatan di bidang pendidikan sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh mahasiswa Fakultas Agama Islam Universitas Medan Area,” ujarnya.
Ia mengungkapkan bahwa saat ini FAI UMA memiliki 27 mahasiswa Program Tahfiz Al-Qur’an yang merupakan santri berprestasi. Namun hingga kini mereka belum pernah memperoleh bantuan beasiswa dari pemerintah.
“Kami memiliki mahasiswa-mahasiswa Tahfiz Al-Qur’an yang memiliki prestasi akademik maupun keagamaan yang sangat baik. Sangat disayangkan mereka belum pernah tersentuh program bantuan pendidikan. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri karena secara kelembagaan kami berada di bawah Kementerian Pendidikan Tinggi, sementara izin operasional program keagamaan berada di bawah Kementerian Agama. Akibatnya, peluang memperoleh bantuan sering kali berada pada posisi yang tidak mudah,” jelasnya.
Sementara itu, Rahmat Kurnia Lubis yang turut mendampingi audiensi menegaskan komitmen FAI UMA untuk memenuhi seluruh ketentuan dan mekanisme apabila nantinya terdapat peluang kerja sama dengan BPKH.
“Pada prinsipnya kami akan taat dan patuh terhadap seluruh regulasi yang berlaku di BPKH. Apabila diperlukan berbagai persyaratan administrasi, laporan pertanggungjawaban, transparansi, maupun dokumen pendukung lainnya, tentu menjadi kewajiban kami untuk menyiapkan semuanya secara baik dan profesional,” katanya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Divisi Riset dan Pengembangan BPKH RI, Agung Sri Hendarsa, menyampaikan apresiasi atas inisiatif FAI UMA yang aktif membangun komunikasi dan jejaring kelembagaan.
Menurutnya, BPKH memiliki sejumlah divisi yang menangani berbagai program sesuai bidangnya, termasuk Divisi Kemaslahatan yang secara khusus mengelola berbagai program pemberdayaan masyarakat.

“Saat ini tim Divisi Kemaslahatan sedang banyak berada di lapangan untuk melaksanakan observasi, monitoring, dan evaluasi terhadap berbagai program yang sedang berjalan maupun yang akan dilanjutkan ke depan. Silakan FAI UMA menyiapkan proposal agar dapat kami pelajari dan analisis. Mengenai format proposal maupun kelengkapan administrasinya dapat disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku di BPKH,” ujar Agung.
Dekan FAI UMA menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada jajaran BPKH RI atas sambutan hangat serta ruang diskusi yang diberikan. Menurutnya, pertemuan tersebut menjadi awal yang baik dalam membangun kolaborasi antara perguruan tinggi dengan lembaga pengelola dana umat demi menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung akses pendidikan bagi mahasiswa berprestasi.
Audiensi diakhiri dengan sesi foto bersama antara Dekan FAI UMA Dr. Siti Hawa Lubis, Rahmat Kurnia Lubis, dan Kepala Divisi Riset dan Pengembangan BPKH RI Agung Sri Hendarsa sebagai dokumentasi sekaligus simbol terjalinnya komunikasi dan sinergi yang diharapkan dapat berlanjut melalui program-program nyata di masa mendatang.
