Kabanjahe, 4 Agustus 2025, Dekan Fakultas Agama Islam Universitas Medan Area (FAI UMA), Dr. Abdul Haris, S.Ag., M.Si., menandatangani Memorandum of Agreement (MoA) dengan Kepala Sekolah Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kabupaten Karo, Bapak Azhari Fahmi, S.Pd., M.M. Kegiatan yang diikuti 70 murid kelas 12 ini bertujuan memotivasi siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S1.

Kepala Sekolah MAN Karo menyambut positif inisiatif ini, menyebut MoA sebagai pendorong semangat belajar siswa. Turut hadir mendampingi, Bapak Dodi selaku Kepala Tata Usaha (KTU). Dalam kesempatan tersebut, FAI UMA menyerahkan cenderamata berupa gelas mug, gantungan kunci, dua tong sampah bermotif lambang kebersihan, serta poster bingkai berisi himbauan menjaga kebersihan dan bahaya perundungan.

Dekan FAI UMA didampingi sejumlah dosen, antara lain Dr. Fauji Wikanda, M.Pd.I., Amsal Qori Dalimunthe, M.Pd., Neng Nurcahyanti Sinulingga, M.Pd., dan Matius Ocon Ginting (mahasiswa FAI UMA semester 4). Dalam penyuluhan bertajuk “Konsep Islam Hifz al-Tsaqafah dalam Pelestarian Budaya Lokal Islam”, Dr. Abdul Haris menekankan pentingnya memadukan nilai keislaman dengan kearifan budaya Karo. “Integrasi ajaran Islam di sekolah sebagai budaya di rumah dan masyarakat perlu dimonitor secara berkelanjutan,” ujarnya.

FAI UMA juga mempromosikan program studinya, menawarkan keunggulan dalam bidang Tilawatil Quran, Public Speaking, dan Mikro Teaching bagi calon mahasiswa.
Kunjungan ke MAN Dairi: Respons Antusias Pendidik
Pada 5 Agustus 2025, tim FAI UMA melanjutkan pengabdian ke MAN Dairi. Penandatanganan MoA dilakukan Dekan dengan Kepala Sekolah Bapak Amry Al Anshory Sitongkir, S.Pd., M.M., dihadiri dosen Dr. M. Abrar Parinduri, M.A., Dr. Firmansyah, M.A., serta Anri Naldi, M.Pd., Cahaya, M.Pd., dan Muhammad Rusdi, M.Pd.

Selain penyerahan poster dan cenderamata serupa, Dr. Abrar Parinduri menyampaikan materi “Green Theology: Konsep Islam Hifz al-Tsaqafah dalam Pelestarian Budaya Lokal Islami”, diakhiri pemberian buku untuk siswa dan kepala sekolah.

Ibu Rolly Berutu, mahasiswa S2 di salah satu PTS Medan, mengapresiasi kunjungan ini. “Dalam lima tahun terakhir, belum ada perguruan tinggi yang datang ke MAN Dairi,” ungkapnya. Pihak sekolah berharap kerja sama ini berkelanjutan melalui program MoA yang konkret. (ABH)