Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Medan Area (UMA), Sumatera Utara, melaksanakan audiensi strategis bersama Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. Phil. Sahiron Syamsuddin, di ruang kerja Direktorat PTKI, Kantor Kementerian Agama RI, Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (22/04/2026).
Pertemuan ini merupakan bagian dari upaya penguatan sinergi kelembagaan dalam rangka mendorong transformasi pendidikan tinggi Islam yang unggul, adaptif, dan berdaya saing, seiring dengan dinamika kebijakan pendidikan nasional serta perkembangan global yang semakin kompleks. Audiensi berlangsung dalam suasana dialogis dan konstruktif, dengan pembahasan yang mencakup isu-isu strategis, antara lain penguatan mutu akademik, pengembangan kelembagaan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta arah kebijakan pendidikan tinggi keagamaan Islam di Indonesia.
Delegasi Universitas Medan Area dipimpin oleh Dekan FAI UMA, Dr. Siti Hawa Lubis, didampingi Rahmat Kurnia Lubis, S.Fil.I., M.Hum., serta Budianto LD, S.E., M.M. Dalam kesempatan tersebut, FAI UMA menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan pendidikan Islam yang integratif, moderat, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat kontemporer.

Dalam pemaparannya, Dr. Siti Hawa Lubis menekankan urgensi dukungan dan arahan dari Direktorat PTKI dalam percepatan pengembangan program studi baru, khususnya bagi perguruan tinggi swasta. Beberapa program strategis yang direncanakan meliputi pembukaan Program Perkuliahan Jarak Jauh (PJJ) Pendidikan Agama Islam, Program Studi Manajemen Haji dan Umrah, Psikologi Islam, serta Ekonomi Syariah. Inisiatif tersebut diposisikan sebagai bagian dari strategi diversifikasi akademik dan penguatan relevansi keilmuan dalam menghadapi tantangan era disrupsi.
Selain itu, FAI UMA juga memaparkan capaian dan program pengembangan akademik yang tengah diimplementasikan, antara lain penguatan kurikulum berbasis kebutuhan zaman (outcome-based education), peningkatan mutu pendidikan berbasis riset (research-based learning), pengembangan program Tahfidz Al-Qur’an, perluasan jejaring kerja sama nasional dan internasional, serta langkah-langkah strategis menuju pencapaian akreditasi unggul.
Dalam forum tersebut, Dr. Siti Hawa Lubis juga menegaskan kesiapan institusi untuk berperan sebagai mitra strategis pemerintah, khususnya dalam penguatan moderasi beragama, penyuluhan keagamaan, serta layanan konseling pra-nikah berbasis pendekatan akademik dan keilmuan.
Menanggapi hal tersebut, Prof. Dr. Phil. Sahiron Syamsuddin menegaskan bahwa perguruan tinggi keagamaan Islam dituntut untuk terus melakukan inovasi dan transformasi kelembagaan secara berkelanjutan. Hal ini penting agar institusi pendidikan mampu merespons tantangan globalisasi, perkembangan teknologi digital, serta perubahan sosial yang berlangsung secara dinamis. Menurutnya, perguruan tinggi Islam tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik semata, tetapi juga memiliki tanggung jawab strategis dalam membentuk generasi yang berintegritas moral, berwawasan kebangsaan, dan memiliki kapasitas kepemimpinan yang kuat.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa setiap inisiatif pengembangan yang telah dirintis perlu dilanjutkan dengan komitmen, konsistensi, dan penguatan tata kelola yang berbasis mutu berkelanjutan (sustainable quality management), sehingga mampu memberikan kontribusi nyata terhadap kemajuan pendidikan tinggi Islam di Indonesia.
Dukungan terhadap arah strategis tersebut juga disampaikan oleh Rektor Universitas Medan Area Bapak Prof. Dr. Dadan Ramdan, M.Eng, M.Sc dan Ketua Yayasan Pendidikan Haji Agus Salim Universitas Medan Area (YPHAS UMA) , Bapak M. Erwin Siregar, S.E., M.B.A., yang dalam komunikasi terpisah menegaskan bahwa pengembangan pendidikan tinggi berwawasan global merupakan sebuah keniscayaan di tengah transformasi peradaban dan kompetisi pendidikan yang semakin ketat.
Audiensi ini diharapkan menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan kelembagaan antara FAI UMA dan Direktorat PTKI Kementerian Agama RI, sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dalam pengembangan pendidikan tinggi Islam yang berkualitas, inklusif, humanis, serta berorientasi pada kemajuan peradaban bangsa. Dengan pendekatan yang integratif dan visioner, FAI UMA berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.