Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Medan mengadakan workshop “Publishing Articles in Reputed Scopus Indexed International Journals” di Ruang Sidang Lantai 3 Gedung Rektorat UMA, Kampus 1 Jl.Kolam No.1.
Rektor Universitas Medan Area Profesor Dr. Dadan Ramdan, DI, M.Si. dalam sambutannya, beliau mendorong para dosen untuk lebih banyak membuat publikasi ilmiah yang terindeks Scopus. Berkat percepatan publikasi terindeks Scopus, menjadi bagian dari Tridharma perguruan tinggi.

“Kami di Rektorat mendukung dan mendorong para guru untuk membuat publikasi ilmiah yang terindeks Scopus. Ini meningkatkan kinerja para guru”, Rektor UMA. Menurut Profesor Dadan, workshop yang digelar hari itu juga merupakan langkah yang diambil UMA untuk mendorong lebih banyak publikasi terindeks Scopus oleh fakultas UMA. “Mudah-mudahan dengan ini semakin banyak publikasi yang dihasilkan fakultas UMA dan mereka semakin mahir meneliti di bidang keahlian masing-masing,” ujarnya.
Direktur Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M), Dr. Dian Noviandri S.T., M.Kom, Direktur Pusat Penelitian UMA Dr. Ir Dina Maizana, MT, Direktur Pusat Pengabdian Masyarakat UMA Ir Asmah Indrawati, Anggota DPR RI hadir dalam acara tersebut. Workshop dengan tema “Pengaruh Artikel yang Dipublikasikan di Jurnal Terindeks Scopus Ternama Bagi Guru Perguruan Tinggi” menghadirkan pembicara Prof. Muhyiddin, M.IT, Ph.D.

“Fakultas IPA dan IPS berkesempatan untuk mempublikasikan artikelnya di jurnal terindeks Scopus”, ujar Profesor Mahyiddin yang menyampaikan materi “Tips dan trik menerbitkan artikel di jurnal ternama terindeks Scopus”. Profesor Mahyiddin menjelaskan bahwa salah satu trik yang dapat digunakan untuk menemukan publikasi ilmiah internasional yang terindeks Scopus adalah dengan melihat bahwa orang Indonesia sangat jarang menerbitkan artikelnya secara internal. “Dengan begitu bisa mengurangi persaingan,” ujarnya.
Selain itu, perlu diperhatikan volume artikel hingga publikasi yang dimaksud. Ini memungkinkan kami untuk mencocokkan artikel yang kami kirimkan dengan jurnal yang kami kerjakan agar kompatibel.
“Ada banyak kategori publikasi ilmiah. Tapi hanya bisa diklasifikasikan menjadi tiga kategori, yaitu artikel dari konferensi, seminar, dan lain-lain, lalu buku, dan ketiga, jurnal yang isinya salah satu artikelnya,” ujarnya.

Profesor Mahyiddin juga menyarankan trik untuk memeriksa keabsahan jurnal yang diterbitkannya. “Jangan sampai artikel yang Anda kirimkan ke jurnal target muncul sebagai sub-kuartil atau bahkan keluar-kuartil,” ujarnya.
Puluhan dosen UMA dari seluruh fakultas UMA hadir dalam workshop tersebut, termasuk mahasiswa Doktor UMA. Setiap pembicara yang mengikuti workshop menyiapkan draf artikelnya untuk dipublikasikan di jurnal internasional terindeks Scopus.