Medan, 17 April 2025 – Fakultas Agama Islam Universitas Medan Area (FAI UMA) menyelenggarakan seminar pendidikan bertajuk “Pendidikan Karakter Berbasis Nilai-Nilai Keislaman”, yang dihadiri oleh ratusan siswa dari berbagai sekolah di Sumatera Utara. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman generasi muda tentang pentingnya pembentukan karakter berbasis ajaran Islam di era modern.

Kata Sambutan Dekan Kegiatan Seminar Pendidikan Islam Karakter Berbasis Nilai-Nilai Keislaman

Seminar Pendidikan Karakter Berbasis Nilai-Nilai Keislaman berlangsung dengan penuh antusias. Acara ini diawali dengan kata sambutan dari Dekan Fakultas Agama Islam PAI UMA, yang menekankan pentingnya pendidikan karakter dalam membentuk generasi berakhlak mulia. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Rektor Universitas Medan Area, Prof. Dr. Dadan Ramdan, M.Eng, M.Sc, yang memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini sebagai bagian dari penguatan moral dan etika dalam Dunia pendidikan.

Kata Sambutan Rektor Kata Sambutan Dekan Kegiatan Seminar Pendidikan Islam Karakter Berbasis Nilai-Nilai Keislaman

Seminar ini menghadirkan narasumber utama Dr. Abdul Haris, S.Ag, M.Si., yang membawakan materi tentang pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Islam. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari berbagai sekolah di Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang, menciptakan ruang diskusi yang produktif antara akademisi, guru, dan siswa dalam membangun karakter generasi muda melalui pendekatan keislaman.

Narasumber Kegiatan Seminar Pendidikan Islam Karakter Berbasis Nilai-Nilai Keislaman

Dalam Islam, pendidikan karakter memiliki dasar yang kuat dan jelas, sebagaimana tercermin dalam beberapa ayat Al-Qur’an, di antaranya Surat Al-Qalam ayat 4 yang menggambarkan akhlak Nabi Muhammad sebagai akhlak yang agung, Surat Al-Ahzab ayat 21 yang menjadikan Rasulullah sebagai teladan utama dalam kehidupan, serta Surat At-Taubah ayat 28 yang menekankan pentingnya menjaga kemurnian akidah dan kebersihan jiwa. Karakter dan akhlak dalam konteks ini sama-sama berkaitan dengan nilai baik dan buruk suatu perbuatan, namun memiliki penekanan berbeda. Karakter lebih berkaitan dengan sisi intelektual dan akademik, sementara akhlak lebih lekat dengan dimensi keagamaan dan spiritual. Dalam pendidikan akhlak Islam, tolok ukur benar dan salah selalu merujuk pada Al-Qur’an dan Sunah sebagai pedoman tertinggi.

Pendidikan karakter tidak hanya mengajarkan tentang benar atau salah secara normatif, tetapi menanamkan kebiasaan (habituation) untuk melakukan kebaikan secara sadar, konsisten, dan menyeluruh. Ini menjadikannya lebih tinggi dari sekadar pendidikan moral. Moral adalah pengetahuan tentang baik dan buruk, sementara karakter adalah pembawaan yang terbentuk dari pengaruh lingkungan, pembiasaan, dan pengendalian diri yang terus dilatih. Dengan demikian, pendidikan karakter dalam Islam adalah proses membentuk manusia yang tidak hanya paham nilai-nilai kebaikan, tetapi juga mampu merasakannya dan mau mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam pendidikan karakter berbasis nilai-nilai keislaman, terdapat beberapa faktor penting yang harus diperhatikan agar proses pembentukan karakter berjalan efektif dan sesuai dengan ajaran Islam. Salah satu yang utama adalah kejelasan sumber nilai yang autentik dan komprehensif. Al-Qur’an dan As-Sunnah harus menjadi dasar utama dalam merumuskan nilai-nilai karakter yang diajarkan kepada peserta didik. Nilai-nilai fundamental seperti tauhid, kejujuran, amanah, keadilan, kasih sayang, toleransi, kesabaran, dan rasa syukur harus bersumber dari pemahaman yang benar terhadap dua pedoman utama umat Islam tersebut. Selain itu, kisah-kisah teladan dari para nabi, sahabat, dan tokoh-tokoh saleh dalam sejarah Islam menjadi referensi penting yang bisa menginspirasi dan memberikan contoh nyata tentang bagaimana nilai-nilai tersebut diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan Seminar Pendidikan Islam Karakter Berbasis Nilai-Nilai Keislaman

Dengan memahami dan menerapkan faktor-faktor ini, diharapkan pendidikan karakter tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga membentuk kepribadian siswa yang berakhlak mulia. Kegiatan Seminar Pendidikan Karakter Berbasis Nilai-Nilai Keislaman ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat fondasi moral dan spiritual generasi muda. Dengan menghadirkan narasumber yang kompeten, serta dukungan dari civitas akademika dan para peserta dari berbagai sekolah di Medan dan Deli Serdang, seminar ini diharapkan mampu memberikan dampak positif dalam pembangunan karakter berbasis Islam. Semoga nilai-nilai yang ditanamkan dalam kegiatan ini dapat terus dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi bekal dalam membentuk masyarakat yang beradab dan bermartabat.