Fakultas Agama Islam Universitas Medan Area (FAI UMA) kembali menunjukkan komitmennya dalam penguatan tridharma perguruan tinggi melalui kegiatan *Pengabdian kepada Masyarakat (PkM)* dengan tema “Islam dan Keberlanjutan Lingkungan: Kearifan Lokal dan Nilai Keislaman dalam Pelestarian Alam”. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal *9 Februari 2026* di *Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Batubara*, dan mendapat sambutan hangat dari pihak sekolah serta antusiasme tinggi dari para siswa. Tema yang diangkat menjadi sangat relevan dengan kondisi lingkungan saat ini, di mana Indonesia sebagai negara dengan kekayaan hayati luar biasa menghadapi ancaman serius berupa eksploitasi hutan, pencemaran, kerusakan ekosistem laut, serta alih fungsi lahan yang tidak terkendali. Dalam pemaparan materi, disampaikan bahwa Indonesia memiliki ribuan pulau dan beragam kekayaan flora-fauna, namun kondisi tersebut memerlukan kesadaran kolektif agar tidak terus mengalami degradasi lingkungan. Kegiatan ini juga menjadi momentum penting untuk memperluas pemahaman bahwa Islam tidak hanya berbicara tentang ibadah ritual, tetapi juga menegaskan peran manusia sebagai penjaga alam dan pemelihara keseimbangan bumi. Hal ini sejalan dengan nilai Islam tentang manusia sebagai khalifah di bumi yang mengemban amanah untuk merawat ciptaan Allah SWT.
Acara PkM ini secara resmi dibuka oleh *Wakil Kepala Madrasah Bidang Kemahasiswaan MAN Batubara, **Bapak Toni Marpaung, S.Hi, secara kebetulan Bapak Kepala Madrasah sedang ada Rapat dengan Bupati Batubara. Dalam sambutannya Bapak Wakil Kamad menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan atas kehadiran tim PkM dari Universitas Medan Area. Ia menilai kegiatan seperti ini sangat penting karena membawa wawasan baru kepada peserta didik, khususnya dalam isu-isu lingkungan yang selama ini jarang menjadi perhatian utama dalam pembelajaran keagamaan. Pembukaan acara berlangsung dengan penuh semangat dan suasana edukatif. Pihak sekolah menegaskan bahwa kedatangan tim PkM UMA merupakan bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung pendidikan menengah, sekaligus menjadi motivasi bagi siswa MAN Batubara untuk melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi. Dalam kegiatan tersebut juga ditekankan bahwa tantangan modern seperti deforestasi, pencemaran, serta konsumsi berlebihan (israf) bukan sekadar masalah sosial, tetapi juga persoalan moral dan spiritual yang harus disikapi umat Islam secara serius. Melalui pendekatan Islam rahmatan lil ‘alamin, para peserta diajak untuk memahami bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari bentuk ketaatan dan tanggung jawab sebagai manusia. Bahkan Rasulullah SAW telah memberikan teladan mengenai pentingnya menjaga keseimbangan alam melalui konsep konservasi seperti *hima (cagar alam Islam klasik) dan larangan merusak alam dalam berbagai aktivitas ibadah.

Kegiatan ini dipimpin oleh *Ketua Tim PkM, yaitu Ibu Dr. Siti Hawa Lubis, M.Pd.I. Dalam sesi promosi Universitas Medan Area, pemateri menegaskan bahwa pendidikan tinggi bukan sekadar sarana memperoleh gelar akademik, melainkan proses strategis dalam membangun kompetensi, memperluas wawasan, dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menghadirkan edukasi, pemberdayaan, serta transfer pengetahuan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan tantangan zaman.
Universitas Medan Area (UMA) sebagai salah satu perguruan tinggi swasta unggul di Sumatera Utara menyelenggarakan 8 fakultas dan 23 program studi pada jenjang Sarjana (S1), serta program Magister (S2) dan Doktor (S3), yang berlokasi di Kampus I Jalan Kolam dan Kampus II Jalan Setia Budi, Medan. Setiap fakultas memiliki karakter inovatif sesuai dengan bidang keilmuannya dan berorientasi pada pengembangan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan masyarakat.

Secara khusus, Fakultas Agama Islam (FAI) UMA berkomitmen mencetak sarjana profesional dan berakhlak melalui integrasi ilmu keislaman dan perkembangan ilmu pengetahuan modern. Proses pembelajaran menekankan penguatan kompetensi pedagogik, kepemimpinan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat. Dengan sistem akademik yang terstruktur dan efektif, masa studi dapat ditempuh dalam waktu 3,5 tahun sesuai capaian akademik mahasiswa. Lulusan FAI memiliki prospek karier yang luas, baik sebagai pendidik/praktisi pendidikan, penyuluh agama, aparatur sipil negara, pengelola lembaga pendidikan Islam, peneliti, pendakwah, Qori’/Qori’ah maupun melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.
Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung akses pendidikan, FAI UMA juga menyediakan berbagai program beasiswa, antara lain Beasiswa Yayasan Pendidikan Haji Agus Salim (YPHAS) yang berlaku mulai Maret hingga Juli 2026, Beasiswa Siswa/i Berprestasi (Rangking), Beasiswa Bersaudara Kandung, Beasiswa Anak Dosen/Karyawan, Beasiswa Hafidz Al-Qur’an, Beasiswa Bank Indonesia, Beasiswa Unggulan Kemendikdasmen, serta Beasiswa Prestasi dari instansi BUMN dan swasta. Program beasiswa ini menjadi wujud nyata dukungan institusi dalam memberikan kesempatan pendidikan tinggi yang inklusif dan berkelanjutan.

Selanjutnya, materi inti disampaikan oleh Dr. Firmansyah, MA, dosen FAI UMA, dengan tema utama “Islam dan Keberlanjutan Lingkungan: Kearifan Lokal dan Nilai Keislaman dalam Pelestarian Alam”. Dalam materi tersebut dijelaskan bahwa dalam Islam terdapat tiga hubungan penting manusia dengan alam, yaitu al-intifa’ (memanfaatkan alam secara bijak), al-ittibar (mengambil pelajaran dari fenomena alam), serta al-ishlah (memperbaiki dan melestarikan lingkungan). Peserta juga diberikan pemahaman bahwa Islam menolak eksploitasi berlebihan dan mengajarkan keseimbangan (mizan) dalam kehidupan. Disampaikan pula bahwa pelestarian lingkungan harus menjadi agenda dakwah modern, sebab kerusakan alam yang terjadi saat ini merupakan bentuk kelalaian manusia dalam menjalankan amanah sebagai khalifah di muka bumi.
Selain materi inti, kegiatan PkM ini juga menghadirkan pemateri lain yaitu Dr. Anri Naldi, M.Pd dan Cahaya Damanik, M.Pd, yang memberikan informasi terkait promosi Fakultas Agama Islam UMA serta peluang program beasiswa khususnya di lingkungan FAI UMA. Keduanya menjelaskan bahwa UMA, khususnya FAI, membuka ruang seluas-luasnya bagi generasi muda untuk berkembang melalui program pendidikan yang kompetitif dan dukungan beasiswa yang beragam. Hal ini mendapat perhatian besar dari siswa MAN Batubara karena membuka perspektif baru mengenai peluang masa depan. Lebih dari itu, peserta juga diajak untuk memahami bahwa keberlanjutan lingkungan tidak terlepas dari nilai-nilai kearifan lokal Nusantara yang telah diwariskan turun-temurun. Dalam materi dijelaskan contoh kearifan lokal seperti *hutan keramat di Jawa yang berfungsi sebagai konservasi karena dianggap sakral, sistem irigasi subak di Bali yang menekankan keadilan distribusi air, serta tradisi sasi di Maluku yang melindungi ekosistem laut melalui larangan pengambilan hasil laut pada periode tertentu. Seluruh contoh tersebut menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia telah memiliki tradisi ekologis yang sejalan dengan nilai-nilai Islam, terutama dalam menjaga keseimbangan dan keberlanjutan sumber daya.

Kegiatan PkM ini berlangsung semakin interaktif dengan dukungan mahasiswa FAI UMA, yaitu * Aqila Khairani Nasution* dan *Ameliatussyfa Lubis, SM, yang berperan sebagai dokumenter sekaligus pembawa ice breaking sehingga suasana kegiatan menjadi lebih hidup dan tidak monoton. Para siswa terlihat aktif bertanya dan memberikan tanggapan terhadap materi yang disampaikan, terutama terkait bagaimana Islam dapat menjadi landasan etika dalam menjaga lingkungan. Di akhir kegiatan, acara ditutup secara resmi oleh **Kepala Madrasah MAN Batubara, **Bapak Erwin Parlindungan Nasution, S.Pd.I*, yang menyampaikan apresiasi dan rasa bahagia atas pelaksanaan PkM ini. Beliau menegaskan bahwa selama ini umat Islam sering kali lebih fokus pada ritual keagamaan dan dakwah verbal, sementara isu lingkungan cenderung terabaikan, padahal sangat penting untuk masa depan generasi muda. Kepala Madrasah juga menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya memperkaya wawasan siswa, tetapi juga menjadi bentuk pembinaan dan motivasi agar siswa memiliki semangat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Dengan terlaksananya PkM ini, FAI UMA berharap terbentuk kesadaran kolektif bahwa pelestarian lingkungan adalah bagian dari ibadah sosial, serta menjadi tanggung jawab bersama dalam menjaga bumi sebagai amanah Allah SWT bagi generasi masa kini dan masa mendatang.
