Berita Internasional – Yala, Thailand – Dr. Abdul Haris, S.Ag., M.Si, dosen Fakultas Agama Islam Universitas Medan Area, memberikan edukasi penting tentang identifikasi pelecehan seksual pada anak melalui pendekatan pendidikan agama Islam kepada para guru di Yala, Thailand. Kegiatan ini berlangsung pada 28 hingga 31 Oktober 2024 dan dihadiri oleh 35 guru dari Lukmanulhakeem School, Yala, dalam format hybrid yang diikuti oleh 36 dosen dari berbagai universitas di Indonesia.

Program ini merupakan bagian dari Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Internasional yang difasilitasi oleh LSM SHARING-Indonesian Academic Community. Acara puncak PkM dilaksanakan pada 30 Oktober 2024 di Aula Lukmanulhakeem School, Yala, dan berhasil menarik perhatian banyak pihak. Sebelumnya, penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA) antara universitas-universitas Indonesia dan mitra PkM di Thailand juga dilakukan secara daring.

Dengan melibatkan 160 dosen dari 70 universitas Indonesia dari Sabang hingga Merauke, program ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan para pendidik di Yala dalam mengidentifikasi dan menangani kasus pelecehan seksual pada anak. Tema utama yang diangkat adalah “Empowering Students through Education and Cross-Cultural Collaboration,” yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas budaya untuk memperkaya pengalaman pendidikan.

Dr. Abdul Haris dalam sesi pelatihan menjelaskan, pelecehan seksual adalah tindakan kriminal yang dapat merusak kehidupan korban secara jangka panjang. Meski banyak kasus yang terjadi, tidak semua orang dapat mengenali ciri-ciri dan tanda-tanda awalnya. Oleh karena itu, pelatihan ini sangat penting dalam memberikan pengetahuan dasar kepada para guru, sehingga mereka dapat menjadi garda terdepan dalam mendeteksi kasus-kasus tersebut di sekolah.

Peserta Edukasi Identifiksi Seksual Abuse Sejak Dini Pada Anak Melalui Pendidikan Agama Islam untuk Guru di Yala Thailand

Roseedah Masong, Direktur Lukmanulhakeem School, memberikan apresiasi tinggi atas pelatihan ini. Dalam sambutannya, ia menyampaikan ucapan terima kasih kepada tim dosen dari Indonesia dan berharap kegiatan semacam ini dapat terus berlangsung, dengan fokus pada topik-topik yang relevan dan dibutuhkan oleh guru-guru sekolah dasar dan menengah.

Sementara itu, Mr. A-Mean Kadasae, Director of Private Education Yala Province, bersama beberapa deputi direktur lainnya, juga menyampaikan rasa terima kasih kepada tim PkM. Dalam sambutannya, ia mengungkapkan harapan untuk melanjutkan kerjasama internasional ini, termasuk potensi pemberian beasiswa bagi pelajar Yala yang ingin melanjutkan studi di Universitas Muhammadiyah Buton dan kelas internasional di berbagai universitas lainnya.

Kegiatan ini menunjukkan pentingnya kerja sama internasional dalam memajukan pendidikan dan memberikan kontribusi langsung dalam membekali para guru dengan keterampilan yang diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi anak-anak.