Pendidikan merupakan pilar fundamental dalam menopang keberlangsungan demokrasi serta pembangunan peradaban bangsa yang berkelanjutan. Dalam konteks tersebut, penguatan kelembagaan pendidikan tinggi menjadi agenda strategis guna menghasilkan sumber daya manusia yang unggul, adaptif, serta memiliki daya saing global.
Sejalan dengan komitmen tersebut, Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Medan Area (UMA), Sumatera Utara, melaksanakan audiensi sekaligus penjajakan kerja sama strategis dengan Kementerian Agama Republik Indonesia pada Senin, 20 April 2026. Kegiatan ini berlangsung di Kantor Kementerian Agama RI, Jakarta Pusat, sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah dalam pengembangan pendidikan Islam.

Audiensi tersebut diterima secara langsung oleh Wakil Menteri Agama Republik Indonesia, Dr. KH. Muhammad Syafi’i, S.H., M.Hum., beserta jajaran tenaga ahli dan staf kementerian. Delegasi Universitas Medan Area yang berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Haji Agus Salim dipimpin oleh Ketua Yayasan, M. Erwin Siregar, MBA., dan Rektor UMA, Prof. Dr. Dadan Ramdan, M.Eng., M.Sc., yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Dekan Fakultas Agama Islam, Dr. Siti Hawa Lubis, M.Pd.I., didampingi oleh Budianto LD, S.E., M.M., serta Rahmat Kurnia Lubis, S.Fil.I., M.Hum.
Dalam pemaparannya, Dr. Siti Hawa Lubis menyampaikan bahwa Fakultas Agama Islam Universitas Medan Area merupakan fakultas yang relatif baru, yang didirikan berdasarkan Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 543 Tahun 2022 tentang Izin Penyelenggaraan Program Studi Pendidikan Agama Islam pada jenjang sarjana. Dengan status tersebut, FAI UMA terus berupaya melakukan penguatan fondasi kelembagaan dan akademik secara berkelanjutan, baik dari aspek tata kelola, kurikulum, maupun pengembangan sumber daya manusia.
Lebih lanjut, FAI UMA mengajukan sejumlah agenda kerja sama strategis yang selaras dengan roadmap Yayasan Pendidikan Haji Agus Salim serta visi kepemimpinan Rektor UMA. Agenda tersebut meliputi penguatan kelembagaan dan pengembangan kurikulum berbasis kebutuhan zaman, penyediaan program beasiswa bagi mahasiswa, serta kolaborasi dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Inisiatif ini diharapkan mampu mengoptimalkan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi secara integratif dan berkelanjutan.

“Penguatan ini kami harapkan dapat segera terealisasi dalam waktu dekat, sehingga FAI UMA mampu berkembang menjadi salah satu institusi pendidikan tinggi unggulan dan menjadi pilihan utama masyarakat di Sumatera Utara,” ungkap Dr. Siti Hawa Lubis.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Menteri Agama Republik Indonesia menyampaikan apresiasi dan dukungan atas inisiatif kerja sama yang diusulkan. Ia menegaskan bahwa di tengah dinamika global yang berdampak pada aspek ekonomi dan sosial, sektor pendidikan harus tetap menjadi prioritas utama dan tidak mengalami stagnasi. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang progresif dan kolaboratif antara pemerintah dan institusi pendidikan.

Selain itu, beliau juga menyoroti berbagai langkah strategis Kementerian Agama dalam memperkuat ekosistem pendidikan nasional, antara lain melalui pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren serta perluasan akses perizinan penyelenggaraan lembaga pendidikan yang terintegrasi, mulai dari jenjang dasar hingga perguruan tinggi.
Pertemuan ini mencerminkan komitmen bersama antara Fakultas Agama Islam Universitas Medan Area dan Kementerian Agama Republik Indonesia dalam mendorong penguatan pendidikan Islam yang berkualitas, inklusif, dan berdaya saing. Sinergi ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan, khususnya di Sumatera Utara, serta bagi kemajuan pendidikan nasional secara berkelanjutan.
