Pada tanggal 20-23 Mei 2025, Fakultas Agama Islam Universitas Medan Area (UMA) kembali mengukir prestasi internasional melalui partisipasinya dalam kegiatan International Joint Seminar V yang diselenggarakan di Pusat Penyelidikan, Riset dan Inovasi, Fakultas Pembangunan Manusia, Universitas Pendidikan Sultan Idris (UPSI), Malaysia. Kegiatan ini menjadi momen penting bagi UMA untuk mempererat hubungan akademik dan profesional di tingkat internasional, sekaligus membuka peluang bagi kolaborasi riset dan pengembangan pendidikan antara kedua universitas. Salah satu agenda utama dalam kegiatan ini adalah penandatanganan Nota Kesepahaman (MoA) antara Fakultas Agama Islam UMA dengan Fakultas Pembangunan Manusia UPSI yang bertujuan untuk memperkuat hubungan bilateral dalam bidang pendidikan dan penelitian.

International Joint Seminar V 2025 ini mengundang akademisi, peneliti, dan praktisi pendidikan dari berbagai negara untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam berbagai topik penelitian terkait pembangunan manusia dan pendidikan. Dalam seminar ini, dosen dari Fakultas Agama Islam UMA turut diundang sebagai pembicara utama, di mana mereka berbagi pemikiran dan temuan terkini mengenai pengembangan pendidikan berbasis nilai dan keagamaan dalam konteks global. Kehadiran dosen UMA dalam forum internasional ini tidak hanya memberikan kontribusi signifikan terhadap kemajuan akademik, tetapi juga memperkenalkan riset-riset unggulan yang sedang berkembang di Fakultas Agama Islam UMA kepada komunitas akademik global.

Selain seminar, kegiatan ini juga mencakup Visiting Lecture yang mempertemukan dosen-dosen UMA dengan para mahasiswa dan dosen UPSI dalam suasana diskusi ilmiah yang hangat dan produktif. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan dapat memperkaya wawasan kedua belah pihak dalam hal inovasi pendidikan, metode pengajaran, serta tantangan yang dihadapi dalam dunia pendidikan global. Dengan ditandatanganinya MoA antara UMA dan UPSI, diharapkan tercipta kolaborasi jangka panjang yang tidak hanya bermanfaat bagi kedua universitas, tetapi juga bagi pengembangan pendidikan tinggi di Indonesia dan Malaysia secara lebih luas.

